KELAPADUA – Memperingati HUT ke-81, Korps Brimob Polri menggelar sarasehan bertema “Polisi Bersama Masyarakat” Profesional dan Modern, kegiatan berlangsung di Gedung Gineung Pratidina, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, didampingi Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Victor Alexander Lateka, serta dihadiri para pejabat utama Korbrimob, Dansatbrimob Polda, Dankorbrimob dan Wadankorbrimob pada masanya, PKBB, dan tamu undangan.
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan doa pembuka. Suasana semakin khidmat saat Komandan Korps Brimob Polri menyampaikan sambutan sekaligus arahan strategis terkait perjalanan, tantangan, dan masa depan Korps Brimob Polri.
Dalam sambutannya, Dankorbrimob menegaskan bahwa 81 tahun perjalanan Korps Brimob merupakan sejarah panjang pengabdian, perjuangan, dan pengorbanan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Menurutnya, tema HUT ke-81 Korps Brimob Polri sejalan dengan semangat dan motto pengabdian yang diinisiasi Kapolri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”. Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa kekuatan Polri harus senantiasa hadir, dekat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilaksanakan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama Dankorbrimob dengan para peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video tematik 81 Tahun yang menggambarkan perjalanan panjang Korps Brimob Polri.
Memasuki agenda utama, sarasehan dan dialog interaktif, kegiatan dipandu oleh moderator Elliana Susan, dengan menghadirkan tiga narasumber dari unsur internal Korps Brimob, akademisi, dan praktisi strategis.
Ketiga narasumber, yaitu Brigjen Pol. Yuri Karsono (Karorenminops Korbrimob Polri), Devie Rahmawati (Pengajar dan Peneliti Universitas Indonesia), serta Ngasiman Djoyonegoro (Pimpinan Umum Deep Talk Indonesia).
Dalam sesi diskusi, ketiga narasumber menyampaikan gagasan strategis yang saling melengkapi.
Ngasiman Djoyonegoro menyoroti pentingnya transformasi Korps Brimob melalui empat pilar, yaitu transformasi peran selama 81 tahun pengabdian, pemahaman kedaruratan, penguatan etika dan intelijen keamanan, serta pengembangan organisasi.
Sementara itu, Brigjen Pol. Yuri Karsono memaparkan perubahan lingkungan strategis yang ditandai ancaman lintas wilayah, lintas sektor, dan lintas ruang fisik maupun digital. Gangguan yang awalnya bersifat lokal dapat berkembang menjadi ancaman lebih besar melalui mobilisasi massa, disinformasi, provokasi, konflik sosial, bencana alam, hingga ancaman teknologi.
Adapun Devie Rahmawati menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang berbasis bukti, transparansi, dan pemanfaatan media digital secara strategis. Menurut perspektif yang disampaikan, perhatian publik tidak otomatis mencerminkan kepercayaan.
Ketiga perspektif tersebut mempertegas bahwa transformasi Brimob tidak hanya menyangkut peningkatan kemampuan operasional dan teknologi, tetapi juga penguatan etika, kualitas sumber daya manusia, ketepatan pengambilan keputusan, serta kepercayaan masyarakat.
Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Dankorbrimob menegaskan pentingnya keberanian organisasi melakukan evaluasi dan membuka ruang bagi pemikiran konstruktif.
“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang tidak pernah berhenti memperbaiki diri, belajar dari pengalaman, dan mempersiapkan masa depan,” tegas Dankorbrimob.
“Saya berharap, hasil sarasehan ini tidak berhenti hanya sebagai rekomendasi, tetapi harus ditindaklanjuti menjadi program dan langkah konkret yang terukur serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan Korps Brimob,” ungkap Dankorbrimob.
Melalui sarasehan ini, Korps Brimob Polri meneguhkan tekad untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, modern, responsif, dan humanis.
