Depok – Bukan sekadar seremoni, tradisi penerimaan Bintara Remaja lulusan T.A. 2026 menjadi momentum penting yang menandai bergabungnya generasi baru ke dalam keluarga besar Korps Brimob Polri. Dipimpin Wakil Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, rangkaian prosesi berlangsung khidmat dan sarat pesan tentang kesetiaan, disiplin, serta pengabdian.
Sebanyak 460 Bintara Remaja mengikuti rangkaian tradisi yang diawali dengan tiupan trompet sebagai tanda dimulainya prosesi. Kegiatan dilanjutkan dengan cium bumi sebelum para personel memasuki lapangan upacara dan mengikuti prosesi penyiraman air bunga.
Air yang digunakan dalam prosesi tersebut berasal dari tujuh sumber mata air yang secara simbolis dimaknai sebagai pertolongan. Penyiraman air bunga menjadi simbol penyucian diri secara lahir dan batin sekaligus pengingat agar para personel baru senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan prosesi cium pataka “Satya Sakti Yanottama” sebagai wujud ikrar kesetiaan dan pengabdian kepada satuan. Prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap personel yang bergabung dengan Korps Brimob Polri membawa kehormatan dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik satuan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dalam sambutan Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat yang dibacakan oleh Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, disampaikan ucapan selamat datang sekaligus pesan kepada para Bintara Remaja agar menjadikan tradisi tersebut sebagai titik awal perjalanan pengabdian.
Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa bergabung dengan Korps Brimob Polri berarti siap memikul amanah besar berupa harapan masyarakat, kepercayaan negara, dan kehormatan institusi. Para personel baru diminta menanamkan kesetiaan kepada rekan, pimpinan, institusi, bangsa, dan negara dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Menjadi anggota Brimob berarti siap memikul amanah besar. Di pundak saudara terdapat harapan masyarakat, kepercayaan negara, dan kehormatan institusi,” pesan Komjen Pol. Ramdani Hidayat yang dibacakan Wadankorbrimob Polri.
Para Bintara Remaja juga diminta menghayati motto “Jiwa Raga Kemanusiaan” dengan mendedikasikan kemampuan, tenaga, dan pikiran untuk melindungi, mengayomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kepada para komandan dan senior, Dankorbrimob Polri menekankan pentingnya membentuk personel baru menjadi anggota yang disiplin, profesional, berintegritas, dan memiliki karakter kuat. Pembinaan harus dilakukan secara tegas, namun tetap mendidik dan tanpa kekerasan.
“Bimbing mereka dengan tegas, tetapi tidak dengan kekerasan. Keras dalam membangun disiplin dan karakter, tetapi jangan sampai merendahkan,” tegas Wadankorbrimob Polri Irjen Pol Reza Arief Dewanto.
Beliau juga menekankan bahwa para Bintara Remaja merupakan mitra dan rekan kerja dalam satu keluarga besar Korps Brimob Polri yang harus saling menjaga, menguatkan, dan mengingatkan. Ketegasan dalam pembinaan diarahkan untuk membangun kualitas dan karakter, bukan untuk merendahkan atau menundukkan.
Kepada para personel baru, Dankorbrimob Polri berpesan agar terus belajar dari para senior, menjaga soliditas dan jiwa persatuan, serta menjauhi berbagai tindakan yang dapat mencederai nama baik kesatuan. Mereka diharapkan menjadi personel yang dicintai masyarakat karena pengabdiannya, disegani karena profesionalismenya, dan dipercaya karena integritasnya.
Tradisi penerimaan tersebut menjadi titik awal perjalanan pengabdian para lulusan T.A. 2026 di lingkungan Korps Brimob Polri. Lebih dari sekadar awal perjalanan karier, momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap personel membawa tanggung jawab untuk menjaga kehormatan satuan dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
