Depok – Badan Narkotika Nasional RI (BNN) bersama Korps Brimob Polri resmi menutup Pelatihan Peningkatan Kemampuan _Raid Planning Execution_ (RPE), yang digelar di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Pelatihan ini telah dilaksanakan selama tiga hari, sejak 3 hingga 5 Agustus 2026, diikuti oleh 51 personel Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN RI dengan didampingi 15 instruktur Korbrimob Polri yang berpengalaman dalam pelaksanaan operasi taktis berisiko tinggi.
Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara Korbrimob Polri dan BNN RI dalam meningkatkan kemampuan teknis, taktis, serta profesionalisme aparat penegak hukum dalam melaksanakan operasi pemberantasan narkotika.
Penutupan pelatihan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dihadiri oleh Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Danpas Pelopor Korbrimob Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J., Danpas Gegana Korbrimob Brigjen Pol. Mulyadi, Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang.
Sebelum upacara penutupan dimulai, Dankorbrimob Polri bersama para pejabat dan tamu undangan menyaksikan simulasi _Raid Planning Execution_ yang diperagakan oleh para peserta pelatihan.
Dalam simulasi tersebut ditampilkan kemampuan peserta mulai dari penyusunan rencana operasi, analisis ancaman, penguasaan taktik penyergapan, hingga penanganan tersangka (_handling suspect_) secara profesional dengan tetap mengedepankan keselamatan personel, perlindungan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Rangkaian upacara penutupan diawali dengan laporan Ketua Penyelenggara Pelatihan, dilanjutkan pelepasan pita tanda peserta oleh Inspektur Upacara sebagai simbol berakhirnya pelatihan. Pada kesempatan tersebut juga diberikan apresiasi kepada peserta berprestasi, meliputi tiga peserta dengan kemampuan menembak perorangan terbaik, satu tim terbaik RPE dan _handling suspect_, serta tim juara bersama sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pencapaian selama mengikuti pelatihan.
Dalam amanatnya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa Pelatihan Peningkatan Kemampuan RPE merupakan bagian dari komitmen BNN dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, dan memiliki kemampuan operasional yang mumpuni dalam menghadapi ancaman kejahatan narkotika yang terus berkembang.
Menurutnya, jaringan peredaran gelap narkotika kini semakin terstruktur dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk munculnya modus baru penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik (vape) yang mengandung zat berbahaya seperti etomidate. Kondisi tersebut menuntut setiap personel tidak hanya memiliki kemampuan taktis, tetapi juga mampu berpikir strategis, cepat beradaptasi, serta mengambil keputusan secara tepat dalam setiap operasi penindakan.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Korps Brimob Polri dalam penyelenggaraan pelatihan, Kepala BNN RI menyerahkan plakat kepada Dankorbrimob Polri. Penyerahan plakat tersebut menjadi simbol eratnya hubungan kelembagaan serta sinergi yang telah terbangun antara BNN dan Korbrimob Polri dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan interoperabilitas antarlembaga, serta mendukung keberhasilan operasi pemberantasan narkotika di Indonesia.
Pelatihan ini juga menjadi wujud kepercayaan BNN kepada Korps Brimob Polri sebagai satuan elite Polri yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pembinaan operasi taktis. Melalui dukungan fasilitas latihan di Mako Korbrimob Polri serta keterlibatan instruktur berpengalaman, diharapkan lahir personel BNN yang semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan operasi di lapangan.
