JAKARTA | Koran Jaya- Sabtu (31/01/2026), pukul 14.30 WIB diadakan acara Natal Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan di DKI Jakarta dan warga Kalimantan se Jabodetabek. Acara dilangsungkan di gedung Kenanga Gereja GSJA, Senen, Jakarta Pusat. Perayaan Natal warga Dayak juga di dukung oleh Majelis Adat Dayak Nasional.

Acara perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 warga Dayak se Jabodetabek ini mengambil tema Natal Nasional 2025 ” Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1: 21-24)”, serta sub tema “Dengan Kasih Kristus, Keluarga Dayak Tetap Bersatu dan Kuat (Kolose 3:14).

Natal warga Dayak di DKI Jakarta dan sekitarnya terselenggara atas kerjasama dari beberapa organisasi masyarakat warga Dayak yang tersebar di Jabodetabek.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sugiat, M.Th., M.Pd., Kepala Pembimas Kristen Kabupaten Bogor. Dalam Firman nya Pdt. Sugiat mengambil dari tema Natal, dari Matius 1:21-24. “Secara kemanusiaan, kedatangan Yesus Kristus menjadi suatu tanda bahwa Tuhan hadir ke manusia dan membuat manusia percaya bahwa karya keselamatan sudah hadir. Awal keadaan ketika Maria mengandung, dianggap secara adat melanggar karena belum menikah dengan Yusuf. Namun Tuhan melalui Roh Kudus datang dan menjelaskan kepada Yusuf bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus (Matius 1:21-24). Korelasi dalam ayat ini, keluarga Kristen harus menjaga keutuhan dan melawan segala keinginan daging. Keluarga Kristen harus memfokuskan diri membangun hubungan yang harmonis. Ada empat hal dalam firman Tuhan ini, pertama Penyelamatan Allah bagi manusia, kedua penebusan dan kelahiran Kristus adalah penggenapan nubuatan para Nabi, ketiga adalah penyertaan Tuhan kepada keluarga, keempat adalah ketaatan kepada Allah adalah berkat. Kuatkanlah iman kita dan taat kepada Tuhan, ” ujar Pdt. Sugiat.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penyalaan lilin dan menyanyikan lagu Malam Kudus. Prosesi penyalaan lilin dilakukan melalui perwakilan beberapa organisasi warga Dayak.

Dalam kesaksian Natal, menghadirkan kesaksian pujian lagu dari tiap Ormas Dayak yang terdiri dari beberapa suku Dayak yang sudah menetap di wilayah Jabodetabek.

Doa syafaat dipanjatkan dengan menggunakan bahasa Dayak dari berbagai suku-suku yang ada di tanah Kalimantan.

Ketua Panitia Perayaan Natal 2025 warga Dayak se Jabodetabek, Kolonel Caj (K). Dr. Dra. Gaudensia Diana, KF, S.H., M.Hum, M.Si., M.H., dalam sambutannya mengatakan terimakasih terselenggaranya acara ini karena kerjasama semua pihak yang mendukung penuh. “Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh beberapa Ormas warga Dayak Kalimantan dapat menumbuhkan kebersamaan satu dengan lainnya. Kristus telah hadir dalam Natal, lebih-lebih dalam keluarga kita. Patut kita syukuri, sebagai orang Dayak untuk membangun NKRI dan membangun Kalimantan melalui organisasi yang kita berdayakan untuk kemajuan Dayak. Saya juga ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu secara materi hingga terselenggaranya acara ini. Kiranya acara ini menjadi sukacita bagi semua warga Dayak di Jabodetabek, ” pungkasnya.

Tamunan Kiting, S.E., M.M. (Ketua Umum DAD DKI Jakarta) dalam sambutannya mengataka,”Saya berterimakasih atas terselenggaranya acara ini. Terima kasih semua organisasi warga Dayak di Jabodetabek. Kita adakan mengadakan Musda Dewan Adat Dayak di DKI Jakarta. Dengan adanya IKN, budaya tarian Dayak semakin dikenal. Kami memberikan apresiasi luar biasa kepada semua pihak sehingga terselenggaranya acara ini, ” pungkasnya.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Willy Midel Yoseph mengatakan dalam sambutannya bahwa ICDN telah melaksanakan pelantikan untuk kepengurusan untuk periode 2025-2030. “Kami bersyukur dengan berbagai organisasi warga Dayak bisa saling bahu membahu memajukan  seni budaya Dayak. Kita melaksanakan acara ini bisa lebih bekerjasama untuk berbuat sesuatu yang terbaik untuk warga suku Dayak di Jabodetabek dan di Indonesia, ” ujarnya.

Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) adalah Ir. Nyelong Inga Simon dalam sambutannya mengatakan, “Lembaga Perempuan Dayak Nasional menandatangani kerjasama dengan KOWANI untuk membangun masyarakat khusus perempuan Dayak se Indonesia. Melalui kegiatan dan jejaring ini, bisa membangun pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk perempuan dan anak warga Dayak. Juga kami mendukung pengembangan pendidikan non formal yang membantu pengembangan ekonomi kreatif bagi warga Dayak. Marilah saling bergandengan tangan memajukan program kerja melalui LPDN, ” jelasnya.

Dr. Drs. Martin Billa, M.M. (Presiden Majelis Adat Dayak Nasional) yang juga Anggota DPD RI, hadir dalam acara tersebut mengatakan, “Acara perayaan Natal warga Dayak di Jabodetabek menjadi tali persaudaraan dan persatuan warga Dayak. Saya berterimakasih kehadiran semua organisasi masyarakat Dayak yang hadir dalam acara hari ini. Kita sebagai warga Dayak harus memiliki kekuatan lahir, batin dan iman. Keluarga Dayak harus kuat dan bersatu, dengan melahirkan kedamaian dan kasih. Natal harus memiliki kasih, dalam keluarga, masyarakat dan berbangsa. Kasih adalah ajaran Kristus dan masyarakat Dayak bisa menjadi contoh memberikan suasana aman dan damai bagi bangsa Indonesia,” pungkas.

Perayaan Natal warga Dayak dimeriahkan tarian kesenian dari budaya Dayak Kalimantan. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan malam bersama. (Ril/).