Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pengembangan inovasi teknologi pemadaman. Salah satunya melalui X-FIRE, zat pemadam yang dikembangkan untuk membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus menekan potensi munculnya kembali titik api, khususnya pada kawasan lahan gambut.

Pengembangan dan produksi X-FIRE dipimpin Asisten Logistik Kapolri Irjen Pol. Suwondo Naenggolan bersama Tim Ahli dengan melibatkan personel Korps Brimob Polri. Inovasi tersebut merupakan bagian dari riset dan pengembangan metode pemadaman yang disesuaikan dengan karakteristik kebakaran di kawasan gambut.

Lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan lahan pada umumnya. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan dalam bentuk bara. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan metode yang tepat agar bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut dapat dikendalikan dan tidak kembali memicu kebakaran.

Untuk menjawab tantangan tersebut, X-FIRE dikembangkan dengan sejumlah keunggulan yang diharapkan dapat mendukung proses pemadaman secara lebih efektif dan efisien. Penggunaan zat ini membantu menghemat kebutuhan air, menurunkan suhu pada area yang terbakar, serta menghambat proses pembakaran pada sumber api sehingga potensi api kembali menyala dapat ditekan.

Dalam proses pengembangannya, formulasi X-FIRE juga memperhatikan karakteristik serta kelestarian ekosistem gambut. Dengan demikian, inovasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman, tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan dalam penanganan Karhutla.

X-FIRE selanjutnya diproyeksikan untuk mendukung penanganan Karhutla di sejumlah wilayah prioritas yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, meliputi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Kegiatan produksi X-FIRE turut melibatkan Kombes Pol. Andy Rifai, Kompol Taufik Ginanjar, AKP Ilham Fitrah Eka Pratama, Iptu I Gede Yeyen Suharta, Iptu Rahma Zagita, serta 80 personel Pasukan Gegana Korps Brimob Polri.

Keterlibatan personel Brimob menjadi bagian dari sinergi antara sumber daya manusia, kemampuan operasional, dan pengembangan inovasi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel dalam menerapkan metode pemadaman yang sesuai dengan kondisi dan tantangan di lapangan.

Tidak berhenti pada tahap produksi, Slog Polri bersama Tim Ahli juga akan melaksanakan pelatihan pembuatan X-FIRE di sejumlah Polda yang membutuhkan. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan jajaran di daerah untuk memproduksi dan memanfaatkan X-FIRE sesuai kebutuhan serta karakteristik penanganan Karhutla di wilayah masing-masing.

Pengembangan X-FIRE menjadi bagian dari langkah Polri dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla melalui perpaduan riset, inovasi teknologi, dan kemampuan personel di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, penanganan Karhutla diharapkan semakin efektif dan efisien dalam penggunaan air, sekaligus mampu menekan potensi munculnya kembali titik api dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem gambut.