MEMPAWAH — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas terus dilakukan Satgas Gabungan Operasi Aman Nusa II di wilayah Kalimantan Barat. Pada Sabtu (29/8/2026), personel Pasukan Brimob II bersama BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, dan stakeholder terkait melaksanakan pemadaman di lahan gambut wilayah Desa Sekabuk, Kabupaten Mempawah.
Sebanyak 30 personel Pasukan Brimob II dipimpin langsung Ipda Heru Pramono, S.H., bergabung dengan 15 personel BPBD dan lima personel Manggala Agni untuk melakukan pemadaman serta pendinginan di sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan bara api.
Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Meski permukaan tanah terlihat telah padam, bara api masih dapat muncul kembali akibat proses pembakaran yang berlangsung di bawah permukaan atau smouldering, yang dikenal sebagai kebakaran bawah permukaan (ground/subsurface fire).
Lahan gambut tersusun dari sisa-sisa tumbuhan dan material organik yang menumpuk selama ribuan tahun. Material tersebut dapat menjadi bahan bakar yang memungkinkan api bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala ketika kondisi mendukung.
Karena itu, pemadaman tidak hanya dilakukan pada titik api yang terlihat, tetapi juga diarahkan untuk memastikan bara di dalam lapisan gambut benar-benar padam. Langkah tersebut penting untuk mencegah api kembali muncul dan merambat ke area lahan lainnya.
Sinergi antara Pasukan Brimob II, BPBD, Manggala Agni, dan stakeholder terkait menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Kehadiran personel secara bersama-sama di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Mempawah.
