Di sudut sederhana Dusun Karya Sakti, Desa Lakeya, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, harapan itu kembali dinyalakan, Jumat, 13 Februari 2026.
Rumah milik Ibu Warni Yunus, salah satu warga kurang mampu, berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Bagian dapur yang menjadi pusat aktivitas sehari-hari mengalami kerusakan parah—atap bocor, dinding rapuh, dan struktur yang tak lagi layak menopang kebutuhan keluarga. Namun di tengah keterbatasan itu, hadir tangan-tangan tulus penuh kepedulian.
Sebanyak 10 personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Gorontalo turun langsung melaksanakan giat bedah rumah. Dipimpin oleh Ipda Arifin Mahadjani, para personel bahu-membahu membongkar bagian dapur yang rusak dan membangunnya kembali dengan semangat gotong royong. Keringat yang jatuh hari itu bukan sekadar kerja fisik, melainkan wujud nyata pengabdian untuk masyarakat.
Dengan peralatan sederhana dan tekad yang kuat, Brimob Gorontalo menunjukkan bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan solusi di tengah kesulitan rakyat.
Dansat Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo, menyampaikan:
“Kehadiran Brimob harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami tidak hanya hadir dalam situasi penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Bedah rumah ini adalah bentuk kepedulian kami untuk membantu warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.”
Giat bedah rumah ini menjadi bukti bahwa Brimob bukan hanya pasukan pelopor dalam tugas-tugas berisiko tinggi, tetapi juga pelopor dalam aksi kemanusiaan. Di Dusun Karya Sakti, hari itu, yang dibangun bukan hanya dapur—melainkan harapan, rasa aman, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
